Tulislah Apa Yang Dilihat.
Kabar baik itu mesti disampaikan, kearifan, harapan dan penglihatan. Kita semua punya sesuatu ingin disampaikan, diucap dan ditulis.
Dari seluruh harta manusia, komunikasi harta paling berharga. di zaman kerajaan para Tukang cerita selalu mendapat tempat dihati orang banyak. Gambar,tulisan di gua menunjukkan kejadian masa lalu. Selang waktu lama muncullah seni menulis lahirlah huruf tercetak, yang meninggalkan banyak rekaman kejadian tidak terhapus, manusia telah mengabadikan hal terbaik yang pernah dicapai dengan halaman tercetak.
Perpindahan ide-ide manusia ditulis, berbagai profesi berusaha menyatakan sesuatu dengan tata tulis agar dapat mengertinya, rasa ingin tahu diraih begiitu banyak dengan waktu singkat karena tulisan. Lalu bagaimana cakapnya penulis, bagian penting terus di asah.Seorang penulis sadari ingin tulisannya dibaca banyak orang, mestinya jelas,sederhana, riingkas dan logis..bukan hanya keahlian tetapi ketulusannya menulis, membangun jembatan memasuki lingkup keinginan pembaca lewat kata-kata. Penulis bagai pendidik, mereka adalah pemikir yang menghormati kebenaran, mereka adalah penggerak kebaikan kemajuan ummat manusia, mereka adalah pemberani yang penuh kenyakinan tampil mencerahkan. Kalau penulis mampu melakukan semua ini, maka ini adalah pekerjaan suci.
Muh.Tahir.
Komentar
Posting Komentar